Hari Air Sedunia

Apa itu Hari Air Sedunia?

Hari Air Sedunia adalah suatu perayaan yang ditunjukkan untuk menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan menyadarkan publik dalam pengelolaan sumber daya air berkelanjutan. Tujuan diperingatinya Hari Air Sedunia ini untuk menyadarkan dan meningkatkan perhatian masyarakat dunia akan pentingnya air sebagai sumber kehidupan makhuk hidup. Hari Air Sedunia pertama kali diperingati tahun 1933 melalui kesepakatan bersama dalam sidang PBB pada tanggal 22 Desember 1992. Kita tahu bahwa air merupakan sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup di bumi hampir setiap makhluk hidup di muka bumi bergantung terhadap air.

Manusia membutuhkan air tidak hanya untuk mengurangi dahaga, tetapi manusia menggunakan air untuk membersihkan diri, mencuci dan berbagai hal lainnya. Maka dari itu, dapat dikatakan air merupakan sesuatu hal yang sangat penting bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Tak hanya manusia saja yang membutuhkan air, makhluk hidup seperti tanaman dan hewan yang hidupnya di air pun membutuhkan air dalam mempertahankan hidupnya. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi yang artinya hampir seluruh permukaan di bumi ini didominasi oleh air.

Air di permukaan bumi di golongkan menjadi 3 bagian yaitu, laut, tawar, dan payau. Untuk mengetahui bagaimana air dapat digolongkan menjadi 3 jenis air tersebut, kita dapat melihat salinitas air tersebut. Apa itu salinitas? Salinitas merupakan kadar garam yang terlarut dalam air. Kandungan garam pada sebagian besar danau, sungai, dan saluran air alami sangat kecil sehingga air pada tempat ini dikatakan sebagai air tawar dengan presentase salinitasnya adalah kurang dari 0,05%. Air payau dikatakan menjadi air saline bila konsentrasi salinitas nya mencapai 3 sampai 5 % jka lebih dari 5% maka dikatakan air tersebut adalah brine (air dengan larutan garam jenuh). Air laut secara alami merupakan air saline dengan tingkat konsentrasi salinitasnya mencapai sekitar 3.5%.

Meskipun 71% permukaan bumi ini adalah air, masih saja ada manusia di belahan dunia mengalami kekurangan air bersih. Hal ini disebabkan karena banyaknya sumber air yang tercemar oleh pabrik-pabrik industri yang membuang limbahnya ke sungai, laut maupun sumber air lainnya. Limbah tersebut tak hanya merusak terumbu karang, ekosistem maupun makhluk hidup lainnya yang tinggal di dalamnya. Tetapi juga mengurangi layak konsumsi air terhadap manusia. Bayangkan saja jika air suatu danau yang sehari-hari dijadikan sebagai sumber kehidupan manusia menjadi hitam, kumuh, berbau dan berasa. Hal tersebut tidak hanya membuat manusia merasa tak nyaman, tetapi juga akan menimbulkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Untuk itu ada dua parameter untuk mengetahui apakah limbah yang dialirkan tersebut aman atau tidak. Dua parameter yang dimaksud adalah BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand).

BOD (Biological Oxygen Demand) merupakan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk mengurai zat sisa yang ada pada limbah industri. Semakin tinggi kadarnya, maka hal itu menandakan bahwa bakteri tersebut membutuhkan oksigen yang banyak. Jika kadar BOD pada limbah masih tinggi namun tetap dilakukan pengaliran ke sungai, maka hal ini akan membuat biota air mati karena asupan oksigen pada sungai akan diserap sepenuhnya oleh bakteri-bakteri yang ada untuk melarutkan bahan- bahan organik.

COD (Chemical Oxygen Demand) merupakan jumlah oksigen yang dibuthkan untuk mengoksidasi zat-zat organik yang ada pada limbah, seperti ammonia, nitrit. Semakin tinggi kadarnya, maka menandakan bahwa zat-zat tersebut masih dalam jumlah yang tak wajar dan berbahaya apabila langsung dialirkan ke lingkungan bebas. Untuk mengetahui kadar BOD dan COD dapat dilakukan dengan menguji kualitas air yang tercemar, dengan mengambil sampel air dari 5 titik sudut yang berbeda kemudian melakukan pengujian dalam lab.

Untuk itu, demi menjaga kesejahteraan dan tersedianya air bersih, masyarakat dunia harus mulai menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan reboisasi pohon-pohon gundul. Hal ini bertujuan untuk  menjaga pohon tetap tumbuh sehingga dapat menjadi penyeimbang air di daratan dan terjadi filtrasi air yang baik. Sehingga manusia dan makhluk hidup lainnya dapat merasakan air bersih. Mari kita mulai menanam kembali pohon-pohon yang hilang dan menjaga kebersihan lingkungan agar air tidak lagi tercemar.

Artikel referensi :

  1. (Inggris) Steven A Benner, Water is not an essential ingredient for Life, scientists now claimSpaceRef.comuplink.space.com
  2. (Inggris) World Water Day 2009

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *